Kejujuran dan Persaudaraan



حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَوْسَطَ قَالَ خَطَبَنَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامِي هَذَا عَامَ الْأَوَّلِ وَبَكَى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ سَلُوا اللَّهَ الْمُعَافَاةَ أَوْ قَالَ الْعَافِيَةَ فَلَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ قَطُّ بَعْدَ الْيَقِينِ أَفْضَلَ مِنْ الْعَافِيَةِ أَوْ الْمُعَافَاةِ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ وَهُمَا فِي النَّارِ وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ تَعَالَى

Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Yazid, dari Khumair, dari Sulaim bin Amir, dari Awsath, dia berkata: Abu Bakar RA menceramahi kami, lalu dia berkata, “Rasulullah pernah berdiri di tempat berdiriku ini pada tahun pertama, sedang Abu Bakar menangis.”

Abu Bakar berkata, “Mohonlah ampunan kepada Allah -atau Abu Bakar berkata: Keselamatan. Sebab setelah keyakinan, seseorang tidak pernah diberikan (sesuatu) yang lebih baik daripada keselamatan dan ampunan tersebut. Tetapilah kejujuran oleh kalian, sebab kejujuran itu bersama dengan kebajikan, dan keduanya berada di dalam surga. Jauhilah dusta oleh kalian, sebab dusta itu bersama dengan kedurhakaan, dan keduanya berada di dalam neraka. Janganlah kalian saling mendengki, memboikot dan membelakangi. Jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kalian.”

Syaikh Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih. Khumair, dengah dhamah huruf khaa’ yang memiliki titik. Aushat adalah anak Isma’il bin Awsath Al Bajili. Dalam kitab Al Ishabah dan Tahdzih, Al Hafizh rnenyebutkan bahwa Ausath adalah seorang tabi’in. Hal ini berdasarkan kepada sebuah riwayal yang diriwayatkan dari Awsath, bahwa dirinya datang ke Madinah setahun setelah Rasulullah wafat. Namun pada hadits nomor 17 akan dijelaskan bahwa Abu Bakar pernah mendengar tentang Awsath saat Rasulullah SAW wafat dan seterusnya. Hal Ini menunjukan bahwa Awsath telah berada di Madinah saat Rasulullah meninggal dunia. Dengan demikian, ada kemungkinan besar dia pernah melihat Rasulullah menjelang wafat. Biografi Awsath terdapat dalam kitab Tarikh Al Kabir karya imam Bukhari 1/2/64.

Syekh Syuaib Al-Arnauth berkata: Isnadnya Shahih, dikeluarkan oleh Al-Bazzar 75, dari Muhammad bin Ja’far. Juga dikeluarkan oleh Ath-Thayalisi (5), Al-Humaidi (7), Ibnu Abi Syaibah 5/830, Bukhari dalam Adabul Mufrad 724, Ibnu Majah 3849 dengan jalur ini dari Syu’bah.

Iklan
Ditulis dalam Hadits. Tag: . Leave a Comment »
%d blogger menyukai ini: