Berlomba dalam kebaikan



فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah engkau sekalian untuk mengerja-kan berbagai kebaikan.” (al-Baqarah: 148)



وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah engkau sekalian menuju pada pengampunan dari Tuhanmu dan juga memasuki syurga yang luasnya adalah seperti langit dan bumi, disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (ali-lmran: 133)



عن أبي هريرة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قال: <بادروا بالأعمال فتنا كقطع الليل المظلم: يصبح الرجل مؤمنا ويمسي كافرا، ويمسي مؤمنا ويصبح كافرا؛ يبيع دينه بعرض من الدنيا!> رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Bersegeralah engkau sekalian untuk melakukan amalan-amalan – yang bagus-bagus – sebelum datangnya bermacam-macam fitnah yang diumpamakan sebagai potonganpotongan dari malam yang gelap gulita.”
Berpagi-pagi seseorang itu menjadi orang mu’min dan bersore-sore menjadi orang kafir, ada lagi yang bersore-sore masih sebagai seorang mu’min, tetapi berpagi-pagi telah menjadi seorang kafir. Orang itu menjual agamanya dengan harta dari keduniaan.” (Riwayat Muslim)
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Hadits. Tag: . Leave a Comment »

Kejujuran dan Persaudaraan



حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَوْسَطَ قَالَ خَطَبَنَا أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامِي هَذَا عَامَ الْأَوَّلِ وَبَكَى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ سَلُوا اللَّهَ الْمُعَافَاةَ أَوْ قَالَ الْعَافِيَةَ فَلَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ قَطُّ بَعْدَ الْيَقِينِ أَفْضَلَ مِنْ الْعَافِيَةِ أَوْ الْمُعَافَاةِ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ وَهُمَا فِي النَّارِ وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَقَاطَعُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ اللَّهُ تَعَالَى

Muhammad bin Ja’far menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Yazid, dari Khumair, dari Sulaim bin Amir, dari Awsath, dia berkata: Abu Bakar RA menceramahi kami, lalu dia berkata, “Rasulullah pernah berdiri di tempat berdiriku ini pada tahun pertama, sedang Abu Bakar menangis.”

Abu Bakar berkata, “Mohonlah ampunan kepada Allah -atau Abu Bakar berkata: Keselamatan. Sebab setelah keyakinan, seseorang tidak pernah diberikan (sesuatu) yang lebih baik daripada keselamatan dan ampunan tersebut. Tetapilah kejujuran oleh kalian, sebab kejujuran itu bersama dengan kebajikan, dan keduanya berada di dalam surga. Jauhilah dusta oleh kalian, sebab dusta itu bersama dengan kedurhakaan, dan keduanya berada di dalam neraka. Janganlah kalian saling mendengki, memboikot dan membelakangi. Jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang telah Allah perintahkan kepada kalian.”

Syaikh Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih. Khumair, dengah dhamah huruf khaa’ yang memiliki titik. Aushat adalah anak Isma’il bin Awsath Al Bajili. Dalam kitab Al Ishabah dan Tahdzih, Al Hafizh rnenyebutkan bahwa Ausath adalah seorang tabi’in. Hal ini berdasarkan kepada sebuah riwayal yang diriwayatkan dari Awsath, bahwa dirinya datang ke Madinah setahun setelah Rasulullah wafat. Namun pada hadits nomor 17 akan dijelaskan bahwa Abu Bakar pernah mendengar tentang Awsath saat Rasulullah SAW wafat dan seterusnya. Hal Ini menunjukan bahwa Awsath telah berada di Madinah saat Rasulullah meninggal dunia. Dengan demikian, ada kemungkinan besar dia pernah melihat Rasulullah menjelang wafat. Biografi Awsath terdapat dalam kitab Tarikh Al Kabir karya imam Bukhari 1/2/64.

Syekh Syuaib Al-Arnauth berkata: Isnadnya Shahih, dikeluarkan oleh Al-Bazzar 75, dari Muhammad bin Ja’far. Juga dikeluarkan oleh Ath-Thayalisi (5), Al-Humaidi (7), Ibnu Abi Syaibah 5/830, Bukhari dalam Adabul Mufrad 724, Ibnu Majah 3849 dengan jalur ini dari Syu’bah.

Ditulis dalam Hadits. Tag: . Leave a Comment »

Wudhu dan Shalat menghapus dosa kecil



حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ وَسُفْيَانُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ الثَّقَفِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ الْوَالِبِيِّ عَنْ أَسْمَاءَ بْنِ الْحَكَمِ الْفَزَارِيِّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ إِذَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا نَفَعَنِي اللَّهُ بِمَا شَاءَ مِنْهُ وَإِذَا حَدَّثَنِي عَنْهُ غَيْرِي اسْتَحْلَفْتُهُ فَإِذَا حَلَفَ لِي صَدَّقْتُهُ وَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَنِي وَصَدَقَ أَبُو بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ قَالَ مِسْعَرٌ وَيُصَلِّي وَقَالَ سُفْيَانُ ثُمَّ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَيَسْتَغْفِرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

Waki’ menceritakan kepada kami, dia berkata: Mis’ar dan Sufyan menceritakan kepada kami dari Utsman bin Mughirah Ats-Tsaqafi, dari Ali bin Rabi’ah Al Walibi, dari Asma’ bin bin Hakam Al Fazari, dari Ali RA, dia (Ali) bekata, “Jika aku mendengar sebuah hadits dari Rasululah SAW, maka Allah memanfaatkan hadits itu untukku dengan sesuatu yang Dia kehendaki. Jika selainku menceritakan suatu hadits kepadaku, maka aku akan memintanya bersumpah. Jika dia bersumpah kepadaku, maka aku akan membenarkannya. Sesungguhnya Abu Bakar RA pernah menceritakan (hadits) kepadaku —dan Abu Bakar itu jujur—, bahwa dia pernah mendengar Nabi SAW bersabda, ‘Tidaklah seorang lelaki melakukan sebuah dosa kemudian dia berwudhu dan memperbaiki wudhunya -Mis’ar berkata, ‘Dan shalat’ Sufyan berkata, ‘Kemudian dia shalat dua rakaatlalu meminta ampun kepada Allah -Azza wa Jalla- kecuali Allah akan mengampuninya .”

Syaikh Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih. Yang dimaksud Sufyan adalah Ats-Tsauri. Asma’ bin Hakam Al Fazari itu tsiqah. Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani pernah membahas hadits ini secara panjang lebar dalam kitab Tahdzib Al Kalam (1/267-268) dan menisbatkannya ke Shahih Ibnu Khuzaimah.

Ibnu Hajar berkata, “Hadits ini sanadnya baik.” Bukhari juga menyinggung hal itu dalam At-Tarikh Al Kabir 2/1/55.

Syekh Syuaib Al-Arnauth berkata: sanadnya shahih, Dikeluarkan oleh Al-Humaidi (4), Ibnu Abi Syaibah 2/387, dan darinya oleh Ibnu Majah 1395, dan Al-Marwazi (9) dari Waki

Ditulis dalam Hadits. Tag: . Leave a Comment »

Kewajiban Mencegah Kemunkaran



حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسٍ قَالَ قَامَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَقْرَءُونَ هَذِهِ الْآيَةَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ } وَإِنَّا سَمِعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُنْكِرُوهُ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمْ اللَّهُ بِعِقَابِهِ

Abdullah bin Numair menceritakan kepada kami, dia berkata: Isma’il (Ibnu Abi Khalid), mengabarkan kepada kami dari Qais, dia (Qais) berkata: Abu Bakar RA berdiri kemudian memuji Allah dan menyanjung-Nya. Dia (Abu Bakar) kemudian berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian selalu membaca ayat ini: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.‘ (Qs. Al Maa’idah [5]: 105) Dan sesungguhnya kami mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jika manusia melihat suatu kemungkaran lalu tidak merubahnya, maka itu lebih dekat bagi Allah untuk menutupi mereka dengan siksaan-Nya’.

Syaikh Ahmad Syakir berkata: Sanadnya shahih. Qais adalah Ibnu Abi Hazim.

Syekh Syuaib Al-Arnauth berkata: Sanadnya shahih sesuai syarat shahihain, Diriwayatkan oleh Ibnu Abi syaibah 15/174-175, dan darinya diriwayatkan oleh Ibnu Majah 4005, al-Marwazi dalam musnad Abu Bakar 86 dan 87, dari Abdulah bin Numair dengan sanad ini. Diriwayatkan juga oleh Abu Daud 4338, Al-Bazar 65, Abu Ya’la 132 dan Ibnu Hibban 304, dari jalur Isma’il bin Abu Khalid.

Ditulis dalam Hadits. Tag: . Leave a Comment »